Rabu, 02 Januari 2013

Pasar Persaingan Tidak Sempurna


Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar atau industri yang terdiri dari produsen-produsen yang mempunyai kekuatan pasar atau mampu mengendalikan harga output di pasar.

Bentuk-bentuk pasar persaingan tidak sempurna :

1. Pasar Monopoli

a. Pengertian

Pasar monopoli adalah bentuk pasar yang hanya terdapat satu penjual saja. Dalam bentuk pasar ini hanya terdapat satu penjual sehingga praktis tidak ada pesaing (competitor) sehingga penjual atau monopolis leluasa menguasai pasar. Sebagai penjual tunggal, monopolis dapat meraih keuntungan yang melebihi normal.

b. Macam-macam pasar monopoli

·         Alamiah : Muncul karena keadaan alam yang khas.
·         Undang-Undang : Muncul karena pemberlakuan kebijakan / Undang-Undang.
Terdiri dari :
- Monopoli negara
- Hak cipta
- Hak paten
- Hak merk
§  Masyarakat : Muncul karena kepercayaan masyarakat.
§  Penguasaan teknologi dan tenaga ahli : Muncul karena menguasai teknologi dan tenaga ahli.
§  Kemampuan efisiensi : Muncul karena mampu menghemat / biaya produksi.
§  Penguasaan bahan baku : Muncul karena menguasai bahan baku.

c. Ciri-ciri pasar monopoli

·         Terdapat satu penjual
·         Harga ditentukan penjual (monopoli)
·         Perusahaan lain sulit memasuki pasar
·         Konsumen tidak bisa pindah walau rugi
·         Bisa menimbulkan ketidakadilan/kerugian bagi masyarakat

d. Kebaikan dan keburukan pasar monopoli

Kebaikan :
Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk, dapat meningkatkan daya saing bilamonopoli diperoleh karena kemampuan efisiensi, mudah mengontrol kepentingan orang banyak bila monopoli dilakukan negara, dapat meningkatkan inovasi (penemuan baru) bila monopoli terbentuk karena pemberian hak cipta dan hak paten.

Keburukan :
Perusahaan lain sulit memasuki pasar, menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan, jumlah produk tergantung monopolis, monopolis umumnya bertindak boros, timbul eksploitasi terhadap pemilik faktor produksi dan pembeli/konsumen.

e. Usaha pemerintah mengatasi keburukan

·         Membuat Undang-Undang/peraturan yang mencegah timbulnya monopoli
·         Menarik pajak tinggi kepada monopolis
·         Mengizinkan impor barang yang sama dengan barang monopolis
·         Ikut menentukan tinggi rendahnya barang
·         Membuat perusahaan sejenis

2. Pasar Monopolistik

a. Pengertian

Pasar monopolistik adalah suatu bentuk pasar yang terdapat banyak perusahaan yang menjual hampir serupa tetapi tidak sama. Pasar ini sering kita jumpai buktinya dengan kita mengunjungi swalayan atau supermarket. Disana kita akan menjumpai berbagai bentuk, jenis dan merek yang hampir serupa tetapi tidak sama.

b. Ciri-ciri pasar monopolistik

·         Jumlah penjual banyak tapi tidak sebanyak pada pasar persaingan sempurna
·         Barang yang dijual berbeda corak
·         Penjual/produsen harus aktif beriklan
·         Perusahaan baru lebih mudah masuk pasar
·         Mempunyai kekuasaan mempengaruhi harga

c. Kebaikan dan keburukan pasar monopolistik

Kebaikan :
Memberi kebebasan memilih bagi pembeli, memberi kepuasan lebih pada pembeli karena ada persaingan penjual, perusahaan baru lebih mudah masuk pasar.

Keburukan :
Masih terdapat kemungkinan terjadi pemborosan biaya produksi bila dibandingkan dengan pasar persaingan sempurna, bagi perusahaan yang kecil, tingkat efisiensinya relatif rendah,
kurang efisiennya perusahaan kecil menyebabkan harga barang yang dibayar konsumen masih kecil.

3. Pasar Monopsoni

a. Pengertian

Pasar monopsoni adalah pasar yang dikuasai satu pembeli, apabila perusahaan itu bukan sebagai penjual tetapi sebagai pembeli tunggal. Contoh : pabrik susu Nestle.

b. Ciri-ciri pasar monopsoni

·         Hanya ada satu pembeli
·         Pembeli bukan konsumen tapi pedagang/produsen
·         Barang yang dijual merupakan bahan mentah
·         Harga sangat ditentukan pembeli

c. Kebaikan dan keburukan pasar monopsoni

Kebaikan
Kualitas produk lebih terpelihara dan penjual akan hemat dalam biaya produksi.

Keburukan
Pembeli bisa seenaknya menekan penjual dan produk yang tidak sesuai keinginan pembeli tidak akan dibeli dan bisa terbuang.


4. Pasar Oligopoli

a. Pengertian

Pasar oligopoli adalah suatu bentuk pasar yang terdapat beberapa penjual dimana salah satu atau beberapa penjual bertindak sebagai pemilik pangsa pasar terbesar (price leader).

b. Ciri-ciri pasar oligopoli

·         Terdapat beberapa penjual
·         Barang yang dijual homogen atau beda corak
·         Sulit dimasuki perusahaan baru
·         Membutuhkan peran iklan
·         Terdapat satu market leader (pemimpin pasar)
·         Harga jual tidak mudah berubah

c. Macam-macam pasar oligopoli

·         Oligopoli murni : menjual barang yang homogen.
Contoh : pasar semen
·          Oligopoli diferensial : menjual barang yang berbeda corak.
Contoh : pasar mobil, pasar sepeda motor

d. Kebaikan dan keburukan pasar oligopoli

Kebaikan :
Memberi kebebasan memilih bagi pembeli, mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk, lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual, adanya penerapan teknologi baru.

Keburukan :
Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan, harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya inflasi, bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena semangat bersaing kurang, bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi, sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru, bisa berkembang ke arah monopoli.

e. Usaha pemerintah mengatasi keburukan
1. Mengeluarkan Undang-Undang anti trust
2. Memberi kemudahan bagi perusahaan baru untuk masuk pasar


5. Pasar Oligopsoni

a. Pengertian
Pasar oligopsoni adalah kondisi pasar dimana terdapat beberapa pembeli, masing-masing pembeli memiliki peranan cukup besar untuk mempengaruhi harga. Atau dikatakan pasar yang dikuasai oleh beberapa pembeli.

b. Ciri-ciri pasar oligopsoni
·         Terdapat beberapa pembeli
·         Pembeli bukan konsumen tapi pedagang/produsen
·         Barang yang dijual merupakan bahan mentah
·         Harga cenderung stabil

c. Kebaikan dan keburukan pasar oligopsoni

Kebaikan :
Penjual lebih beruntung karena bisa pindah ke pembeli lain dan pembeli tidak bisa seenaknya menekan penjual.

Keburukan :
Bisa berkembang menjadi pasar monopsoni bila antar pembeli bekerja sama dan kualitas barang kurang terpelihara.

Sumber :

Macam-Macam Sistem Ekonomi


Ada 4 macam sistem ekonomi di Indonesia, yang terdiri dari :

a.    Sistem ekonomi Tradisional
Dalam sistem ekonomi tradisional kegiatan ekonomi masih menggunakan tradisi turun-temurun yang berlaku dalam suatu masyarakat dan telah menjadi nilai budaya setempat. Kegiatan produksi dalam sistem perekonomian tradisional dilakukan secara bergotongroyong dan bersifat kekeluargaan.

Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi tradisional antara lain adalah sebagai berikut :
  • Kegiatan produksi umumnya mengolah tanah dan mengumpulkan benda yang disediakan alam
  • Alat produksi masih sederhana
  • Sangat tergantung pada alam
  • Hasil produksi untuk kebutuhan minimal dan besifat homogen 
  • Hasil industri berupa hasil kerajinan tangan 
  • Belum mengenal tukar menukar secara kredit (Kardiman, 2006 : 78).
Kelebihan :
Setiap masyarakat termotivasi untuk menjadi produsen, produksi ditujukan untuk mencari keuntungan, masyarakat cenderung jujur karena sistem barter. 

Kekurangan :
Tidak ada kerjasama antar masyarakat, sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan, jenis dan jumlah barang yang diproduksi sering tidak mencukupi kebutuhan, sulit menetapkan ukuran dari barang yang dipertukarkan.

b.    Sistem Ekonomi terpusat

Sistem ekonomi terpusat yang disebut juga sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan sistem ekonomi terpusat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Seluruh sumber daya dikuasai oleh negara
  • Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
  • Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur pemerintah secara terpusat
  • Hak milik individu tidak diakui (Kardiman, 2006 : 79)
Kelebihan :
Pemerintah bertanggung jawab penuh dalam perekonomian, relative tidak ada jurang pemisah antara orang kaya dan miskin, hasil produksi dapat dinikmati secara rata, mudah melakukan pengendalian harga.

c.    Sistem ekonomi liberal
Sistem ekonomi liberat disebut juga ekonomi pasar, yaitu sistem ekonomi di mana pengelolaan ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. Artinya, setiap individu diakui keberadaanya dan mereka bebas bersaing.

Sejalan dengan uraian di atas berikut ciri-ciri sistem ekonomi pasar :
  • Adanya pengakuan terhadap hak individu
  • Setiap manusia adalah homo economicus
  • Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi 
  • Menerapkan sistem persaingan bebas
  • Motif mencari laba terpusat pada kepentingan sendiri 
  • Peranan modal sangat penting
  • Peranan pemerintah dibatasi (Sardiman, 2006 : 80).
Kelebihan :
Dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas barang yang diproduksi, terdorong untuk mengejar kemakmuran bagi dirinya sendiri, setiap orang atau pengusaha termotivasi mencari keuntungan, pemilihan sektor usaha disesuaikan dengan kemampuan. 

Kekurangan :
Menimbulkan persaingan tidak sehat, terdapat kesenjangan kaya dan miskin, menimbulkan monopoli, terdapat eksploitasi SDM, pemanfaatan SDA sering tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. 

d.    Sistem ekonomi campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan-kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campuran pemerintah keberka sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian (Sardiman, 2006 : 80).

Sumber :

Selasa, 01 Januari 2013

Contoh Paragraf Generalisasi, Analogi dan Kausalitas


Generalisasi 

Ø      Buah tomat merupakan buah yang sarat khasiat. Buah tomat dapat mencegah penyakit kekurangan vitamin. Di samping itu juga mencegah kanker prostat, kanker usus besar, dan kanker paru-paru. Hasil penelitian menunjukkan tomat dapat mengobati gangguan pencernaan, diare, kolera, dan serangan empedu.

Ø      Saya melihat orang-orang asyik membaca koran di halte bus. Kegiatan serupa juga saya jumpai di peron stasiun kereta api. Saat saya jalan-jalan di taman hal yang sama juga saya lihat orang duduk bersantai sambil membaca koran. Bahkan, ketika saya keluar ruang dan sampai di trotoar, saya melihat berderet anak sekolah, kawula muda, dan orang dewasa semua sedang membaca. Jadi, banyak orang yang memanfaatkan waktu untuk membaca. 

Analogi 

Ø      Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya? Begitu pula bila menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah dia sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.

Ø      Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih. Bayi akan dibentuk pribadinya sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas dapat diisi dengan berbagai hal sesuai dengan keinginan pemiliknya. Bila bayi dididik dengan baik maka akan seperti kertas yang terisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya. Jadi, membentuk kepribadian baik seorang anak ibarat menulis kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat. 

Kausalitas  

Ø      Bencana banjir lumpur akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Tanggerang Selatan menimbulkan berbagai macam penyakit. Beberapa penyakit yang akan timbul sesudah  bencana adalah diare, tifus, leptospirosis, dan demam berdarah. Masalah kesehatan pada korban dan masyarakat di sekitar lokasi bencana harus diantisipasi. Beberapa penyakit itu muncul karena lingkungan kotor dan sumber air bersih tercemar lumpur.

Ø      Sepuluh tahun yang lalu hutan bakau dibabat habis-habisan. Lahan bekas hutan bakau itu disulap menjadi tambak-tambak udang windu. Memang, pada waktu itu pengusaha udang windu memperolah keuntungan besar karena harganya sangat mahal diluar negeri. Akan tetapi,setelah barang dagangan itu tidak laku dipasaran internasional, para pengusaha kembali ke kota, meninggalkan kerusakan lingkungan. Laut tercemar karena hutan bakau yang menyaring limbah yang masuk ke laut tidak ada lagi. Sekarang, puluhan ribu nelayan sulit menghidupi keluarganya karena tak ada ikan yang dapat ditangkap di tepi pantai.

Sumber : www.google.com



Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif


1.      Kalimat tidak efektif    : Anak-anak melempari batu ke dalam sungai
Kalimat efektif            : Anak-anak melemparkan batu ke dalam sungai

2.      Kalimat tidak efektif    : Guru menugaskan siswanya membuat karangan
Kalimat efektif            : Guru menugasi siswanya membuat karangan

3.      Kalimat tidak efektif   : Di antara ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat
Kalimat efektif           : Ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat
                                   Di antara ketiga anaknya terdapat perbedaan sifat

4.      Kalimat tidak efektif   : Kalau lulus ujian, maka saya akan mengadakan syukuran
Kalimat efektif           : Kalau lulus ujian, saya akan mengadakan syukuran

5.      Kalimat tidak efektif   : Tugas para pekerja itu adalah mengecat rumah, perbaikan saluran air dan pemasangan pagar
Kalimat efektif           : Tugas para pekerja itu adalh pengecatan rumah, perbaikan saluran air dan pemasangan pagar

6.      Kalimat tidak efektif    : Kegiatan hari ini adalah mengedit karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah
Kalimat efektif            : Kegiatan hari ini adalah pengeditan karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah

7.      Kalimat tidak efektif   : Di yayasan itu dipelajarkan berbagai keterampilan wanita
Kalimat efektif           : Di yayasan itu diajarkan berbagai keterampilan wanita
                                   Di yayasan itu dipelajari berbagai keterampilan wanita

8.      Kalimat tidak efektif   : Kita harus mengeyampingkan urusan pribadi kita
Kalimat efektif           : Kita harus mengesampingkan urusan pribadi kita

9.      Kalimat tidak efektif   : Buku itu sudah dibaca oleh saya
Kalimat efektif            : Buku itu sudah saya baca

10.  Kalimat tidak efektif   : Pada zaman dahulu kala, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh
Kalimat efektif           : Pada zaman dahulu, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh
                                   Dahulu kala, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh

11.  Kalimat tidak efektif   : Kesehatannya telah pulih kembali
Kalimat efektif           : Kesehatannya telah pulih

12.  Kalimat tidak efektif   : Sebelum ke kamar mandi, Kaila meminta ijin pada gurunya
Kalimat efektif           : Sebelum ke kamar mandi, Kaila meminta izin pada gurunya

13.  Kalimat tidak efektif   : Jaringan narkoba itu telah terorganisir dengan baik
Kalimat efektif            : Jaringan narkoba itu telah terorganisasi dengan baik

14.  Kalimat tidak efektif   : Peserta ujian yang membawa HP harap dimatikan
Kalimat efektif           : Peserta ujian yang membawa HP harap mematikan HP-nya

15.  Kalimat tidak efektif   : Waktu dan tempat kami persilakan
Kalimat efektif           : Bapak Hasan kami persilakan 

Sumber : www.google.com